This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 31 Januari 2016
Melihat Indahnya Dunia dari Omah Kayu
Minggu, 24 Januari 2016
cara menambahkan pengikut (follower) pada blogspot
Login ke blogger.
Dari dasbor, klik opsi lainnya.
Dari dasbor, klik opsi lainnya.
Klik tataletak.
Klik Tambah gadget.
Klik Tambah gadget.
Klik gadget lain.
Tambah pengikut.
Kemudian, klik simpan.
Tambah pengikut.
Kemudian, klik simpan.
Minggu, 17 Januari 2016
KH AGUS SALIM
Profil Agus Salim
Lahir : Sumatera Barat, 8 Oktober 1884
Meninggal : Jakarta, 4 November 1954 (70 Tahun)
Zodiac : Balance
Profesi : Jurnalis, Diplomat
Makam : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam
Biografi Agus Salim
Agus Salim terlahir sebagai anak keempat dari pasangan Soetan Mohamad Salim dan Siti Zaenab pada tanggal 8 Oktober 1884 di Koto Gadang, Agam Sumatera Barat. Ayahnya, seorang Jaksa Kepala di Pengadilan Tinggi Riau. Mashudul Haq yang berarti ``Pembela Kebenaran`` adalah nama yang diberikan oleh orang tuanya saat beliau lahir. Menelusuri jejak dalam biografi Agus Salim, kita mendapati kecerdasannya sangat menonjol dibanding teman-temannya. Terlahir dari keluarga yang berada, membuat Agus Salim dapat mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah Belanda tanpa hambatan. Pada usia 19 tahun, belai lulus dari HBS (Hogere Burger School) atau sekolah menengah atas saat ini dalam waktu 5 tahun dengan menyandang predikat lulusan terbaik di tiga kota yaitu Surabaya, Semarang, dan Jakarta. Pada usia mudanya itu, Agus salim mampu menguasai sedikitnya tujuh bahasa asing; Belanda, Inggris, Arab, Turki, Perancis, Jepang,dan Jerman.
Semangat belajar Agus Salim
terus Menyala, dan berbekal sebagai lulusan terbaik dia mengajukan
beasiswa kepada pemerintah Belanda untuk dapat melanjutkan sekolah
Kedokteran di Belanda. Tanpa sebab yang jelas, ternyata permohonannya
ditolak yang membuatnya kecewa. Disisi lain, R.A. Kartini yang hidup
sejaman dengan Agus Salim,
mendapatkan beasiswa dari pemerintah Belanda untuk bisa belajar di
negeri Kincir Angin tersebut. Namun,karena beliau telah menikah, yang
dalam tradisi adat Jawa, tidak memperbolehkan seorang wanita yang sudah
menikah jauh dari suaminya mengurungkan niat belajarnya. Mengetahui ada
anak muda yang cerdas dan merupakan lulusan terbaik dari tiga kota
sekaligus, maka kartini berkirim surat kepada temannya, Ny. Abendanon
yang merupakan istri pejabat di negeri Belanda yang berwenang menentukan
beasiswa untuk mengalihkan beasiswa kepada Agus Salim. Pengajuan pengalihan beasiswa R.A. kartini kepada Agus Salim disetujui oleh pemerintah Belanda. Membaca biografi Agus Salim
kita dapati, kalau dia orang yang memiliki kemerdekaan diri yang
tinggi. Beasiswa dari pemerintah Belanda justru ditolaknya, karena Ia
tahu, itu bukan murni atas prestasinya, namun karena atas permintaan
seorang bangsawan bernama Kartini. Dia justru merasa tersinggung atas
perlakuan yang tidak adil tersebut.
Dalam biografi Agus Salim
disebutkan, pada tahun 1906 bersamaan dengan gagalnya dia melanjutkan
sekolah, beliau mendapatkan tawaran kerja sebagai penerjemah di konsulat
Belanda di Jeddah, Arab Saudi. Beliau menerima pekerjaan tersebut dalam
kurun waktu 2 tahun antara tahun 1909 sampai 1911. Disela-sela
pekerjaannya, beliau menimba ilmu lebih jauh tentang agama Islam kepada
Syech Ahmad Khatib, seorang Imam di Masjidil Haram yang juga pamannya
sendiri dan merupakan guru dari KH. Hasyim Asy`ari pendiri NU dan KH.
Ahmad dahlan Pendiri Muhammadiyah. Selain belajar agama, beliau juga
belajar mengenai ilmu diplomasi dan politik. Perpaduan ketajaman ilmu
Agama, ilmu Politik, Kemampuan Bahasa asing dan kecerdasannya yang
tinggi membuatnya menjadi pribadi yang disegani. Saat pulang ke tanah
air, beliau langsung aktif dalam pergerakan nasional dan juga mendirikan
Sekolah HIS (Hollandsche Inlandesche School.
Melanjutkan biografi Agus Salim,
perjuangan politiknya diawali saat bergabung dengan Serikat Islam pada
tahun 1915 yang dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto dan Abdul Muis. Beliau
sempat menjadi anggota Volksraad ( semacam DPR/MPR) dari perwakilan SI
di pemerintah Hindia Belanda menggantikan seniornya HOS Tjokroaminoto
dan Abdul Muis. Agus Salim
tidak bertahan lama dan mengalami kekecewaan atas kebijakan pemerintah
Hindia Belanda sebagaimana pendahulunya dan berkesimpulan berjuang dari
dalam tidak efektif hingga memutuskan focus berjuang melalui SI. Pada
tahun 1923 SI pecah secara ideolgi menjadi SI kiri atau SI merah yang
berideologikan ke ``kiri`` yang dipimpin oleh Semaun dan Darsono yang
menjadi cikal bakal PKI dengan SI kanan atau SI Putih yang berhaluan
ideology kanan, dimana Agus Salim tergabung didalamnya dengan Tjokroaminoto. Agus Salim
sering mendapat tuduhan sebagai mata-mata Belanda, namun ditepisnya
dengan keberaniannya untuk mengkritik pemerintah Belanda melalui
pidato-pidatonya. Agus Salim
menjadi pimpinan puncak SI menggantikan HOS Tjokroaminoto yang wafat
pada tahun 1934. Selain di SI, beliau mendirikan juga organisasi Jong
Islamieten Bond dan melakukan perubahan pola pikir dari yang kaku ke
Islam moderat dengan meniadakan hijab pemisah antara tempat duduk
laki-laki dan perempuan pada kongres ke 2 Jong Islamieten Bond di
Yogyakarta tahun 1927.
Membaca biografi Agus Salim
lebih dalam kita menemukan keterlibatan beliau sebagai anggota PPKI
yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia,
beliau mendapat mandate sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung. Pada
Kabinet Syahrir I dan II, beliau di tunjuk menjadi Menteri Muda Luar
Negeri. Begitu pula pada cabinet Hatta. Berlanjut setelah kedaulatan
Indonesia diakui oleh internasional, beliau ditunjuk menjadi penasihat
Menteri Luar Negeri. ``The Grand Old Man`` adalah julukan terhadap Agus Salim,
karena kepiawainnya dalam berdiplomasi yang tidak tertandingi pada
jamannya. Salah satu contoh, beliau sangat cerdik untuk mendapatkan
pengakuan atas kemerdekaan Indonesia dari Negara Jerman. Negara Jerman
yang merasa keturunan bangsa Arya berlaku sombong dan menganggap rendah
Negara atau orang yang tidak bisa berbahasa Jerman. Maka, saat
kunjungannya sebagai Menteri Luar Negeri, dia menyusun naskah pidatonya
dalam Bahasa Jerman yang sangat fasih dan memukau petinggi Jerman hingga
akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia.
Menelaah biografi Agus Salim, kita akan menemukannya sebagai sosok yang
merdeka dalam berpikir dan bertindak. Beliau tidak mau terkungkung dalam
batasan-batasan, termasuk mendobrak tradisi Minang yang menurutnya
kolot. Walaupun seorang tokoh yang
disegani dan sangat cerdas, penampilannya sangat sederhana,sering hanya
menggunakan sarung dan peci. Beliau tidak tidak memiliki brumah tetap
dan selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Di tiap kota,
beliau hanya menyewa rumah yang kecil dan sederhana. Dalam hal
pendidikan anak, beliau mengajarnya sendiri atau home schooling kalau
dalam istilah sekarang. Hanya anaknya yang paling kecil yang
disekolahkan secara formal. Beliau beranggapan, semua keahliannya tidak
diperoleh disekolah formal, namun lebih karena belajar mandiri atau
otodidak dengan ``learning by doing``. Beliau melakukan perlawanan
terhadap kekuasaan Belanda dalam hal pendidikan dengan berujar`` saya
telah melalui jalan berlumpur akibat pendidikan kolonial``. Haji Agus
Salim begitu akrab panggilannya di lintasan sejarah, wafat dalam usia 70
tahun tepatnya pada 4 November 1954 dan dimakamkan di TMP Kalibata.
Atas segala jasa dan perjuangannya, beliau mendapat anugerah sebagai
salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang tertuang dalam Keppres nomor
657 tertanggal 27 Desember 1961.
Senin, 11 Januari 2016
Biodata
Nama : Angelika Agustina D
Tempat Lahir : Palangka Raya , Kalimantan Tengah
Tanggal Lahir : 13 Agustus 2001
Sosial Media
Instagram : angelikaad
Email : angelikaagustina@gmail.com
Tempat Lahir : Palangka Raya , Kalimantan Tengah
Tanggal Lahir : 13 Agustus 2001
Sosial Media
Instagram : angelikaad
Email : angelikaagustina@gmail.com












